Ingatlah Insan Muda !!! Salah satu perkara yang ditanyakan oleh ALLAH SWT setelah Hari Kiamat nanti ialah Masa muda Insan Muda dihabiskan untuk apa ??? Janganlah sampai Insan Muda lalai dalam beribadah, OK !

Tampilkan postingan dengan label Ilmu Pengetahuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ilmu Pengetahuan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Januari 2009

Tips-Tips Menghilangkan Segala Rasa Takut

1. Posisi kita sebagai hamba ALLAH Ta’ala

ALLAH Ta’ala berfirman di dalam Q.S. Al-Ma’arij : 19-23

“Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir, kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat, yang mereka itu tetap mengerjakan shalatnya.”

Dari ayat tersebut telah dijelaskan, bahwa dengan mengerjakan shalat, insya ALLAH, rasa takut dalam diri kita hilang.

2. Sadari potensi dalam diri

ALLAH Ta’ala berfirman di dalam Q.S. An-Nahl : 78

“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.”

Dari ayat tersebut telah dijelaskan, bahwa kita patut bersyukur kepada ALLAH Ta’ala, karena telah memberikan indera pendengar, penglihat, dan perasa. Oleh karena itu, tidak ada yang perlu ditakuti lagi dalam diri kita.

3. Percaya diri terhadap diri sendiri

ALLAH Ta’ala berfirman di dalam Q.S. Ali ‘Imran : 191

“Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.”

Dari ayat tersebut telah dijelaskan, bahwa ALLAH Ta’ala menciptakan segala sesuatu dengan tidak sia-sia. Oleh karena itu, kita harus percaya diri terhadap diri sendiri, karena apapun yang kita lakukan Insya ALLAH, tidak akan sia-sia. Insya ALLAH, rasa takut sia-sia pun akan hilang.

4. Tanamkan dalam pikiran kita “Aku Pasti Bisa”

Dengan mengucapkan “Aku Pasti Bisa”, Insya ALLAH, pola pikir kita akan termotivasi lagi, untuk lebih berani melakukan segala sesuatu pekerjaan dengan sendiri tanpa bantuan orang lain. Insya ALLAH, rasa takut karena tidak bisa pun akan hilang. Ingatlah !!! Tidak boleh verbal/diucapkan di dalam hati saja.

5. Jangan Putus Asa

ALLAH Ta’ala berfirman di dalam Q.S. Al-Baqarah : 286

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.”

Dari ayat tersebut telah dijelaskan, bahwa ALLAH Ta’ala tidak akan pernah memberikan suatu ujian, yang di luar batas kemampuan setiap hamba-hambanya. Oleh karena itu, kita tidak boleh putus asa jika diberikan suatu ujian oleh ALLAH Ta’ala, karena pasti ada jalan keluarnya. Hanya saja, waktunya kita tidak tahu kapan. Insya ALLAH, rasa takut karena takut gagal pun akan hilang.

6. Awali segala sesuatu dengan mengucapkan kalimat Basmallah.

Dalam situasi dan kondisi apapun, bila kita akan mengawali suatu pekerjaan ada lebih baiknya mengucapkan lafadz Basmallah “Bismillahirahmanirrahim” terlebih dahulu. Insya ALLAH, kita akan diberikan kelancaran dan kemudahan oleh ALLAH Ta’ala. Insya ALLAH, rasa takut karena takut tidak bisa pun akan hilang.

Selamat Mencoba Yach !!!

Cara Menyuburkan Zikrul Maut

Oleh : Ainur Rofiq
(Anggota Dewan Syura Hidayatullah)

Substansi mengingat kematian bukan semata-mata terhadap waktu dan proses kematian itu sendiri, tapi juga pada apa yang menjadi konsekuensi sesudahnya. Maka untuk menyuburkan kualitas zikrul maut (mengingat maut), kita harus menempuh langkah-langkah berikut ini :

1. Meningkatkan pemahaman tentang kehidupan sesudah mati.
2. Menjadikan dunia sebagai ladang menanam kebajikan dan tempat persinggahan.
3. Menyadari bahwa kematian itu sangat dekat.
4. Menjenguk orang sakit dan bertakziah kepada yang ditimpa musibah.
5. Ikut mengurus dan menguburkan jenazah.
6. Berziarah kubur.
7. Selalu berdoa agar diberi kematian yang diridhai.

Banyak Lalai
Walaupun realitas menunjukkan bahwa kematian pasti datangnya dan tanpa pemberitahuan, manusia banyak yang lalai mempersiapkan bekal untuk kehidupannya di akhirat. Beberapa hal yang menjadi kendala bagi manusia untu mengingat datangnya kematian itu antara lain :

1. Kurang Ilmu
2. Cinta Dunia
3. Banyak Tertawa, Sedikit Menangis
4. Banyak Bicara Sia-Sia

Catatan :
Dari setiap poin-poin yang tertera di atas terdapat penjelasannya lebih terperinci. Mohon maaf, karena tidak dapat dicantumkan. Dikarenakan agar pembaca blog dapat menanyakannya lebih lanjut di whadupz_iqbal_dont_miss_me@yahoo.com atau menghubungi di nomor 085624096527. Terima kasih untuk perhatiannya.

Kamis, 25 Desember 2008

Mencintai Milik Orang Lain Seperti Mencintai Miliknya Sendiri

Dari Abu Hamzah Anas bin Malik rodhiallohu ‘anhu pelayan Rosululloh sholallahu ‘alaihi wa sallam, dari Nabi sholallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda: “Tidaklah sempurna keimanan salah seorang di antara kamu sehingga ia mencintai bagi saudaranya (sesama muslim) segala sesuatu yang dia cintai bagi dirinya sendiri.” (HR. Bukhori dan Muslim)

Hakikat Penafian Iman

Penafian iman mencakup menafikan iman secara keseluruhan atau hanya menafikan kesempurnaan imannya. Suatu amalan yang menyebabkan pelakunya dinafikan imannya menunjukkan bahwa amalan tersebut merupakan amal kekafiran atau dosa besar. Dalam hadits ini penafian iman yang dimaksud adalah penafian atas kesempurnaan iman.

Mencintai Saudara Muslim Laksana Mencintai Diri Sendiri

Seorang muslim wajib merasa senang jika saudaranya memiliki agama yang baik. Dia senang jika saudaranya memiliki aqidah yang benar, tutur kata yang bagus dan perbuatan yang baik. Sebaliknya dia merasa benci jika keadaan saudaranya tersebut justru sebaliknya.

Seorang muslim disunahkan untuk senang jika saudaranya mendapatkan kebaikan-kebaikan duniawi. Dia merasa senang jika saudaranya berharta, sejahtera, sehat, berkedudukan dan lain-lain dari kenikmatan duniawi, dan dia tidak senang jika saudaranya miskin, sengsara, dan menderita.

Mendahulukan Kepentingan Saudara Muslim
Jika dalam urusan dunia, mendahulukan kepentingan saudaranya termaksud perbuatan yang terpuji dan disunahkan, namun jika dalam urusan akhirat, mendahulukan saudaranya termasuk perbuatan yang makruh.

Sumber: Ringkasan Syarah Arba’in An-Nawawi - Syaikh Shalih Alu Syaikh Hafizhohulloh - http://muslim.or.id

Selasa, 16 Desember 2008

Tips Awet Muda

Sebuah artikel menarik tentang tips agar kita tetap awet muda. Ternyata awet muda itu mudah asal kita mau sedikit disiplin dan memperhatikan tubuh sendiri.
Berikut 10 tips bagi anda yang ingin tetap awet muda :

1. Detoks
Detoksifikasi adalah pengeluaran racun tubuh secara teratur. Ibadah puasa jika dijalankan dengan benar, sebenarnya juga merupakan proses detoksifikasi. Bahkan pembersihan yang terjadi tidak hanya bersifat lahir tapi juga batin. Tentunya tak perlu langsung melakukan detoks selama 2 minggu. Untuk permulaan, Anda bisa mencobanya selama 2-3 hari dulu, ketika week end.

2. Tidur Nyenyak dan cukup
Tidur yang nyenyak itu menyehatkan, di samping menyegarkan tubuh dan jiwa. Orang yang kurang tidur cenderung melemah daya tahan tubuhnya dan mudah terkena penyakit. Gangguan tidur bisa mengganggu konsentrasi, daya ingat, dan kreativitas. Sementara kelelahan yang timbul akibat tidak cukup tidur bisa menimbulkan iritasi dan ketidakseimbangan emosi, Juga berhubungan dengan banyaknya kasus kecelakaan. Tidur yang nyenyak sangat penting untuk penampilan yang awet muda. Sebab selama tidur, tubuh akan mengeluarkan hormon pertumbuhan yang berfungsi memperbaiki dan memperbaharui jaringan serta sel-sel tubuh, termasuk kulit. Dengan begitu terjadi peremajaan pada sel-sel tubuh, kulit dan jaringan.

3. Olahraga
Jika Anda belum terbiasa berolahraga, mulailah dari sekarang. Menurut Miriam E, Nelson PH.D, penulis buku Strong Women Stay Young yang memang meneliti pengaruh olahraga dan gizi pada tulang wanita di Tufts University School of Nutrition, Amerika. wanita umumnya mulai menyusut kepadatan tulang dan ototnya sekitar 40 tahun. Sebagian penyebabnya adalah karena kurang berolahraga. Tulang dan otot yang tidak dilatih memang mudah mengalami penyusutan.

4. Relaksasi
Belajarlah untuk rileks, karena berdasarkan penelitian yang dilakukan di Inggris, kecemasan bisa membuat wajah nampak menua dalam hitungan bulan. Tapi dengan belajar rileks dan mengelola stres dengan baik, wajah bisa nampak kembali muda.

5. Menjaga pikiran positif
Pikiran dan afirmasi yang positif akan meningkatkan energi dan membawa hal-hal yang positif dalam kehidupan. Sedangkan pikiran-pikiran dan afirmasi negatif cenderung melelahkan dan berpotensi menimbulkan kegagalan. Selain itu juga membuat Anda lebih cepat tua dan tidak menarik.

6. Melakukan check up kesehatan
Ibarat mobil, tubuh manusia juga memerlukan perhatian dan perawatan yang baik agar setiap orang bisa terus bekerja dengan baik. Biarpun saat ini Anda merasa sehat, pemeriksaan kesehatan yang dilakukan secara teratur tetap dilakukan. Dengan begitu, jika suatu saat timbul penyakit, walaupun masih dalam tahap gejala awal, bisa langsung terdeteksi sehingga penanganannya juga lebih cepat dan mudah.

7. Menjalani kehidupan yang aktif
Anda harus tetap sibuk meski sudah tidak lagi muda. Kehidupan yang aktif tidak hanya membuat Anda sehat secara fisik, tetapi juga membuat memori Anda tetap bekerja dengan baik. Kreatiflah dengan hidup Anda, ingat kembali segala minat dan impian yang dulu tidak sempat dilakukan selagi muda, apakah belajar melukis atau bermain piano?

8. Kehidupan sosial yang menyenangkan
Berbahagialah Anda yang dikelilingi oleh teman-teman yang bisa dipercaya dan menjadi tempat berbagi. Karena menurut Judith Wills dalam bukunya Take Off Years in 10 Weeks, hal itu juga membantu Anda untuk tetap muda. Persahabatan itu meringankan pikiran, menentramkan, meremajakan, dan membangkitkan semangat. Pendeknya memberikan hal-hal yang kita butuhkan untuk merasa
nyaman dengan diri sendiri, Teman yang dimaksud bisa saja terdiri dari tetangga, teman kerja, anggota keluarga, hingga sahabat pena.

9. Memperhatikan penampilan
Sebelum mulai, ada baiknya memperhatikan tubuh Anda secara keseluruhan. Apakah berat badan Anda masih ideal? Jika tidak, usahakan untuk mencapai berat badan ideal dengan cara yang alami. Selanjutnya perhatikan kulit, rambut, kuku dan gigi Anda. Beri perhatian ekstra pada bagian-bagian itu. Karena disitulah
tanda-tanda penuaan paling mudah terlihat.

10. Makanan sehat dan suplemen
Kebiasaan memilih makanan yang baik setiap hari tidak hanya membuat kita sehat dan langsing, tapi juga nampak lebih muda. Secara praktis, panduan makanan yang disarankan yaitu:

1. Mengurangi mengkonsumsi daging merah dan meningkatkan konsumsi ikan.
2. Jika perlu tambahan protein, lebih baik mengkonsumsi kacang-kacangan.
3. Mengkonsumsi makanan berserat yang kandungan seratnya mencapai 4-50 gram sehari.
4. Setiap hari sebaiknya menkonsumsi 1-3 porsi sayuran dari keluarga kol seperti brokoli, brussel sprout,kol atau kembang kol.
5. Minum air putih dan jus buah setidaknya 2-3 liter setiap hari.
6. Mengkonsumsi seminimal mungkin minuman berkafein seperti kopi dan teh, minuman mengandung soda,gula putih dan makanan olahan pabrik yang terbuat dari terigu.
7. Mengkonsumsi berbagai suplemen dan herba anti penuaan.

Dikutip dari : http://safitri.wordpress.com

Senin, 08 Desember 2008

Perbedaan Organ Hati (Hati Jasmaniyah) dengan Hati Nurani (Hati Batiniyah)

Hati nurani atau qalb itu apa sih? Hati yang beku itu seperti apa dan hati yang terhijab bagaimana mekanismenya? Dalam Al-qur’an sering disebut dengan orang yang hatinya sakit, hatinya membantu, hatinya yang buta.. dan lainnya, hati yang manakah itu ?
Sebagian orang mudah sekali mengatakan bahwa apa yang terlintas dalam pikirannya saat itu bersumber dari hati nuraninya.
Saya merasa ingin mencoba memaknainya sebagaimana yang telah diungkapkan Imam Al-Ghazali dalam kitabnya “Ajaaib al-quluub”,
Menurut Al-Ghazali, qalb atau hati memiliki dua makna, yang pertama adalah sepotong daging (mudhghah) yang berbentuk buah sanaubar, yang terletak di bagian kiri dada, di dalamnya terdapat rongga berisi darah hitam. Dan di sana pula lah sumber atau pusat ruh. Akan tetapi beliau saat itu tidak bermaksud hendak menguraikan tentang bentuknya atau fungsi biologisnya, sebab yang demikian itu adalah objek wacana pada ahli medis, tidak berkaitan dengan tujuan-tujuan keagamaan. Apalagi organ hati ini tidak hanya ada dalam tubuh manusia saja, tetapi juga terdapat dalam tubuh hewan, bahkan juga pada orang yang sudah mati. Karenanya beliau menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan hati itu pada dasarnya adalah bukan organ hati tersebut, Sebab ia dalam kaitannya dengan topik yang sedang kita bahas sekarang tak lebih dari sepotong daging tak berharga yang ada di dalam alam duniawi yang kasat mata, (‘alam al-mulk wasysyahaadah), yang dilihat oleh mata hewan-hewan apalagi manusia.
Makna kedua, hati/qalb adalah sebuah lathiifah (sesuatu yang amat halus dan lembut, tidak kasat mata, tak berupa dan tak dapat diraba) yang bersifat Rabbani ruhani, meski ada juga kaitannya dengan organ hati. Lathiifah tersebut sesungguhnya adalah jati diri manusia atau hakikatnya. Dia adalah bagian komponen utama manusia yang berpotensi mencerap (memiliki daya tanggap dan persepsi) yang memiliki kemampuan untuk mengetahui sesuatu, dan mengenalnya, yang ditujukan kepadanya segala pembicaraan dan penilaian, dan yang dikecam, dan dimintai pertanggungjawaban.
Meski demikian qalb atau hati dalam makna seperti ini tetap memiliki kaitan dengan hati biologis, meski patut kita sadari bahwa akal kebanyakan manusia senantiasa dalam kebingungan ketika hendak mengetahui sejauh mana dan bagaimana bentuk keterkaitannya itu. Dalam pengertian bahasa, qalb bermakna membalik, kembali, maju-mundur, naik-turun, berubah-ubah. Kata ini digunakan untuk menamai bagian dalam diri manusia yang menjadi sentral diri manusia itu sendiri, yang kita terjemahkan dengan hati. Penamaan demikian, diperkirakan, ada kaitannya dengan sifat hati itu sendiri yang menjadi fokus kebaikan dan kejahatan, kebenaran dan kesalahan, dimana ia sering berubah-ubah, bolak-balik, maju-mundur dalam menerima kebaikan dan kejahatan, kebenaran dan kesalahan.
Al-qur’an menggunakan kata qalb sebanyak 132 kali dalam konteks yang berbeda-beda. Di sini kita tidak akan melihat rincian itu semua. Al-qur’an sering mengidentikkan kata qalb dengan ‘aql, seperti dalam Q.S. Al-Hajj : 46. Demikian pula hati diidentikkan dengan nafs (lihat Q.S. Al-Fajr : 27-28). Dari sekian permaknaan ini, saya cenderung memahami pengertian bolak-balik hati ini adalah penghadapan wajah yang berbolak-balik, terkadang terhadapkan pada Allah Ta’ala, dan di masa yang lain, hati cenderung menghadapkan dirinya pada urusan dunia... dan faktanya, seringkali kita hadapkan selalu ke arah “bawah” ini...
Dalam pandangan para sufi, hati yang lebih ditekankan pada makna lathiifah rabbaniyah ruuhaniyyah adalah sesuatu yang menjadi tumpuan pandangan Allah, sebagaimana disebutkan dalam Al-qur’an, “Tidak ada dosanya jika kamu berbuat salah, kecuali jika hatimu menyengajanya. Dan Allah Ta’ala adalah Maha Pengampun dan Maha Mengasihi” (Q.S. Al-Ahzab : 5). Dalam hadist diungkapkan “Sesungguh-nya Allah Ta’ala tidak memandang bentuk dan tubuhmu, tetapi Dia memperhatikan hati dan perbuatanmu.” (HR Muslim).
Allah Ta’ala hanya memperhatikan hati, karena hati itulah yang menjadi hakikat manusia. Karakter seseorang berbeda dengan yang lain karena hatinya berbeda. Perbedaan itu pula yang menyebabkan perbedaan dalam cara Allah Ta’ala memperlakukan sang hamba itu sendiri.
Berikut ini penuturan dari seorang syaikh Sufi dari California, Syaikh Robert Frager yang menjelaskan perbedaan mendasar dan keterhubungan antara hati jasmaniyah atau hati dalam makna pertama Alghazali tadi dengan hati batiniyah :
“Hati batiniyah berfungsi hampir sama dengan hati jasmaniyah. Hati jasmaniyah terletak di titik pusat batang tubuh; hati batiniyah terletak di antara diri rendah dan jiwa. Hati jasmaniyah mengatur fisik; hati batiniyah mengatur psikis. Hati jasmaniyah memelihara tubuh dengan mengirimkan darah segar dan beroksigen kepada tiap sel dan organ di dalam tubuh. Ia juga menerima darah kotor melalui pembuluh darah. Demikian pula dengan hati batiniyah memelihara jiwa dengan memancarkan kearifan dan cahaya, dan ia juga mensucikan kepribadian dari sifat-sifat buruk.
Hati memiliki satu wajah yang menghadap ke dunia spiritual, dan satu wajah lagi menghadap ke dunia hawa nafsu dan sifat-sifat buruk kita.
Jika hati jasmaniyah terluka, maka kita menjadi sakit. Jika ia mengalami kerusakan berat, maka kita pun meninggal dunia. Jika hati batiniyah kita terjangkiti sifat-sifat buruk dari hawa nafsu kita, maka kita akan sakit spiritual. Jika hati tersebut secara keseluruhan didominasi oleh hawa nafsu, maka kehidupan spiritual kita pun akan mati.
Hati jangan disalah artikan dengan emosi. Emosi, seperti amarah, rasa takut, dan keserakahan berasal dari hawa nafsu. Ketika manusia berbicara mengenai hasrat hati, mereka biasanya merujuk pada hasrat hawa nafsu. Hawa nafsu tertarik pada kenikmatan duniawi dan tidak peduli akan Allah Ta’ala; sedangkan hati tertarik kepada Allah Ta’ala dan hanya mencari kenikmatan di dalam Allah Ta’ala.
Hati secara langsung bereaksi atas setiap pikiran dan tindakan. Syaikh Robert Frager berkata bahwa setiap kata dan tindakan yang baik memperlembut hati, dan setiap kata dan tindakan buruk akan memperkeras hati. Nabi Muhammad SAW, menyebutkan keutamaan hati saat berkata, “Sesungguhnya di dalam tubuh manusia terdapat segumpal daging. Jika ia sehat, maka seluruh tubuh pun akan sehat, jika ia sakit maka seluruh tubuh pun akan sakit. Itulah hati.”
Hati adalah sebuah kuil yang ditempatkan Allah Ta’ala di dalam diri setiap manusia; sebuah kuil untuk menampung percikan ilahi di dalam diri kita. Dalam sebuah hadis qudsi terkenal, Allah Ta’ala berfirman, “Aku, yang tak cukup ditampung oleh langit dan bumi, melainkan tertampung di dalam hati seseorang beriman yang tulus.”
Kuil di dalam diri kita ini lebih berharga daripada kuil tersuci sekalipun di muka bumi ini. Maka, jika kita melukai hati manusia lainnya dosanya lebih besar daripada merusak sebuah tempat suci di dunia ini.
 

blogger templates | Make Money Online